Pernah mendengar nama di atas?
Bagi yang suka mbaca majalah Intisari, pasti pernah dengar. Kecuali kalau baca Intisarinya mulai tahun 2002-an, jarang-jarang lagi.
Slamet Soeseno adalah salah satu penulis artikel tetap di Majalah Intisari. Biasanya tulisan yang dibuat Pak Slamet ini berkisar pada iptek. Sebagai pelahap Majalah Intisari, tentu saja tulisan-tulisan Pak Slamet Soeseno begitu akrab di mataku. Kalau tidak salah Pak Slamet sudah mulai menulis di Intisari sejak tahun 70-an. Aku mulai membaca koleksi Intisari lama Bapak waktu masih SD, yang paling tua terbitan tahun ’83.
Dalam majalah Intisari terbitan tahun ’83 itu terdapat satu tulisan Pak Slamet Soeseno yang begitu melekat, berjudul Fruktosa: gula alternatif dari singkong(kurang lebih)yang benar Gula Fruktosa dari Singkong. Sudah bukan rahasia kalau harga gula tebu cukup mahal, apalagi tidak baik dikonsumsi dalam jumlah besar. Nah, si fruktosa ini lebih ramah dari gula tebu(yaitu glukosa sakarosa/sukrosa) karena selain biaya produksinya lebih murah, juga tidak memberikan efek buruk seperti gula tebu.
Artikel lain yang berkesan adalah tentang Keluarga Kol/Kubis, judulnya: Potret Keluarga Engkol. Disingkapkan bahwa keluarga kol2an/kubis2an memiliki kandungan vitamin C yang tinggi, dan paling bagus dikonsumsi mentah. Tapi sayangnya, cara ini juga memiiki efek samping, yaitu membuat gas di perut yang menyebabkan pelahap kubis mentah bakal sering buang angin. Lantas, diberikan beberapa tips untuk mengonsumsi keluarga kol/kubis dengan cara yang tepat untuk memetik kandungan gizinya secara optimal, serta meminimalisir efek sampingnya.
Satu lagi karya Pak Slamet Soeseno favoritku adalah proses pembuatan kopi instan(ternyata rumit, dan tahapannya panjang), dalam artikel Kopi Instant. Kelebihan tulisan-tulisan Pak Slamet Soeseno adalah pada gaya ceritanya yang lugas dan jelas, namun dengan kata-kata dan gaya yang santai dan jenaka. Meskipun begitu, tulisan-tulisannya tidak pernah kehilangan alur dan tujuannya, yaitu sebagai penambah pengetahuan kita.
saya penggemar pak Slamet juga HOK Tanzil dan tulisan yang pengarangnya lupa tapi kalau nggak salah Surat dari Amerika
wah..penggemar INTISARI juga ya…? memang tulisan2 Pak Slamet Soeseno selalu menyegarkan..
eh, aq jg suka bgt tulisanny pak slamet. ngefans abis dah. bhasa pnulisanny mudah dmengerti n suka ngebanyol jg. aih, pngen d ajarin nulis kya beliau..
2 lezian,
Sip banget! Sampai sekarang saya masih belum menemukan penulis yang seciamik Pak Slamet Soeseno lho. Kenapa gak ada yang nerbitin buku kumpulan tulisan-tulisan beliau ya???