Berburu Buku Yuk…! (Part 3)

6 02 2009

Buku memang benda yang menarik. Sebuah buku menawarkan bermacam-macam hal. Entah itu ilmu pengetahuan atau cerita, baik hiburan maupun renungan, yang jelas buku membuat kita memperluas cakrawala pengetahuan kita. Tidak heran kalau membaca buku itu sangat mengasyikkan, dan seringkali menjadi kegiatan yang membuat kita lupa waktu.

Demi memperoleh informasi tertentu, kita rela menyisihkan isi kantong kita untuk membeli buku(yah..setidaknya begitulah saya…lagi-lagi jatuh ke perangkap buku-buku menarik dengan harga maut yang menggiurkan). Namun tidak jarang pula kita mendapatkan buku melalui orang lain. Meminjam dari teman, menyewa di perpustakaan, dan sebagainya. Kadangkala, kita membutuhkan buku tertentu yang amat sulit didapat, baik karena tidak diterbitkan lagi setelah bertahun-tahun, atau semata karena banyaknya peminat sehingga stok di toko yang paling besar pun habis. Ada kalanya kita terhalang dari membaca suatu buku semata karena harganya yang tinggi.

Segala masalah pasti ada pemecahannya, begitu pula yang satu ini. Para book-addict(terutama yang di Malang ya) tidak perlu khawatir. Toh ada lo tempat-tempat yang menjual buku-buku langka, mulai buku terbitan jaman kolo bendu berbau debu namun menawarkan petualangan seru, sampe ensiklopedia hard-cover yang harga aslinya bikin keder, bisa didapat di : Bursa Buku Bekas alias Secondhand Book Shop. Yuk…langsung cabut aja! Read the rest of this entry »





Dua Pemandu Ramah Lingkungan

28 12 2008

web“Jadilah Sahabat Bumi”Kompetisi Website Kompas MuDA – IM3

Plastik dan alat elektronik adalah dua hal yang tidak bisa lepas dari gaya hidup kita di masa kini. Plastik, memang murah, praktis, ringan, dan mudah dibawa. Karena itu wajar jika hampir semua wadah atau bungkus terbuat dari plastik, menggantikan kaca, logam, dan kertas. Sedangkan alat elektronik, siapa sih yang gak pake? Mulai dari lampu, tape, hape, lapie, tipi, sampe ipod kamu pun semua adalah alat elektronik, alias butuh listrik. Alat-alat kantor dan industri pun juga menghabiskan konsumsi listrik yang amat banyak. Padahal yang butuh listrik itu bukan sekedar orang satu kota, tapi juga seluruh dunia! Nah lho, kalo listriknya abis gimana?

Nah, nyatanya ada 2 logo yang memandu kita dalam memilih produk yang mau kita beli dan pake. Siapa aja sih 2 logo keren ini? Kenalan yuk…

1. Logo Daur Ulang (Recycle)recycle
Yang perlu kamu cari di bungkus atau wadah barang yang mau kamu beli adalah logo di sebelah ini niy. Logo ini menandakan bahwa kemasan tersebut bisa diolah kembali, jadi nasibnya gak berakhir sebagai sampah yang gak bisa terurai.
Gak semua plastik itu aman, semua orang dah pada tau. Namun satu hal lagi yang penting, gak semua logo recycle pada plastik berarti plastik itu bisa didaur ulang. Artinya, pintar-pintarlah memilih jenis plastik yang tepat. Jenis plastik ditandai dengan angka yang tertera pada kemasan tersebut. Angka 1, 2, 4, dan 5 mewakili jenis plastik PETE, HDPE, LDPE, dan PP yang aman digunakan dan dapat didaur ulang. Plastik nomor 1 dan 2 biasanya digunakan untuk wadah minuman kemasan, deterjen, pembersih, botol sampo, teko air, dan beberapa tas plastik, hanya boleh digunakan sekali dan tidak boleh terkena panas. Sedangkan plastik nomor 4(LDPE) biasa digunakan untuk tempat makanan. Yang terbaik adalah nomor 5(PP) adalah yang paling baik dari keseluruhan, apalagi untuk wadah makanan/minuman dan peralatan adik bayi. Read the rest of this entry »





Berburu Buku Yuk…! (Part 2)

10 12 2008

Jika pada tulisan sebelumnya, kita telah membahas beberapa toko buku yang terbilang besar di Malang, maka kali ini saya akan mengulas toko buku yang diskonnya meraja. Khusus dalam pembahasan berikut ini merupakan book spots yang selalu menyediakan diskon setiap saat-tanpa mempedulikan cuci gudang atau tidak-setiap waktu, dengan diskon yang mencapai 25%. Read the rest of this entry »





Potret Keluarga Engkol

3 12 2008

Satu lagi artikel karya Slamet Soeseno dari INTISARI lama. Saya amat menyukai artikel yang satu ini, selain karena saya amat suka kubis (dan saudara-saudaranya sesama engkol), terutama karena informasinya yang lengkap dan amat detail. Selamat menikmati (kubis anda, maupun artikel ini).


–POTRET KELUARGA ENGKOL–

oleh: Slamet Soeseno

Tulisan ini pernah dimuat dalam Majalah Bulanan Intisari No. 313 Edisi Agustus 1989, Hal.84-90.

Mengapa kita dibiasakan makan kubis? Alasannya ternyata banyak. Ada yang tidak masuk akal dan ada yang malah tidak kita sadari manfaatnya.

Tidak begitu jelas, mengapa kita sebagai anak-anak dulu dibiasakan makan kubis oleh nenek moyang kita. Kebiasaan itu timbul karena orang Belanda membawa tanaman kool dari Eropa ke daerah pegunungan kita, lalu mengembangkannya sebagai salah satu Europese groenten. Dibandingkan dengan Inlandse groenten seperti tespong, randa midang, dan tongtolang nangka, kool memang lebih bergengsi. Para mojang Priangan menyebutnya engkol.

Kalau ditanya lagi sampai mentok: mengapa anak-anak orang Belanda dulu dibiasakan makan kubis oleh orang tuanya? Ternyata ada dua versi alasan. Read the rest of this entry »





Berburu Buku Yuk!

25 11 2008

Sebagai seorang penghuni asli Malang yang telah bertahun-tahun hidup di kota ini, sekaligus pula sebagai seorang book addict, rasanya sudah menjadi kewajiban saya untuk menularkan informasi bagi siapa pun pemburu buku di muka bumi ini. Informasi kali ini adalah tentang book spots di Malang, tempat-tempat yang paling pas untuk mendapatkan buku yang tepat. Kita mulai saja.

1. Gramedia

Sebenarnya, toko buku ini bukanlah yang paling tua, namun termasuk yang paling ramai, lengkap, dan up to date. Awalnya Gramedia di Malang cuman ada satu, yaitu di Jalan Basuki Rachmad. Dulunya toko buku yang punya cabang hampir di seluruh nusantara ini hanya berupa gedung satu lantai. Ketika saya SMP(sekitar tahun 1999-2000) gedung di Basuki Rachmad dibangun, dan untuk sementara tokonya sendiri pindah di Mitra II Jl.Letjen Sutoyo. Ketika gedung utama telah selesai direnovasi menjadi sebuah toko buku megah berlantai 3(dengan satu lantai sebagai gudang), Gramedia tetap mempertahankan cabang di Mitra II sebagai Gramedia II. Namun ketika Matos telah berdiri, cabang di Mitra II ini berpindah alamat ke Jl.Veteran(tahun 2004-2005) hingga sekarang. Gramedia pusat sendiri masih bertahan di Jl. Basuki Rachmad dengan jaya hingga sekarang.

Gramedia menyediakan bermacam-macam buku hingga stationery. Buku yang paling dicari di sini adalah komik dan buku cerita terbitan paling anyar, buku-buku populer, buku pelajaran sekolah, dan banyak lagi. Hampir semua jenis buku dijual di sini. Walaupun harganya sesuai harga asli, di masa-masa cuci gudang ada juga diskon 5-20% terhadap buku-buku tertentu.

2.Toko Buku Paling Lengkap

Berlokasi di daerah Kayutangan, toko yang satu ini merupakan toko buku besar tertua di Malang. Meski hanya memiliki 1 lantai, namun luasnya bukan main. Dulunya, toko buku ini dikenal sebagai tempat yang paling tepat untuk mencari buku sekolah. Tokonya sendiri menjual berbagai jenis buku, termasuk komik, walau dalam jumlah yang sedikit dan tidak terlalu up-to-date. Harganya pun dijamin lebih murah dibanding Gramedia. Sayangnya, sekarang toko buku ini sedang surut pamornya sehingga area penjualannya terpaksa dipersempit hingga setengah ukuran semula(setengah bagian yang lain disewakan). Dulu toko ini paling populer sebelum akhirnya Gramedia mulai berkembang.

3.Toko Buku Siswa

Siswa terletak di depan Mitra I di Jl. Pasar Besar, tepat bersebelahan dengan Kantor Pemerintah Kabupaten Malang. Koleksi bukunya yang terletak di lantai 2 bisa dibilang sedikit, sekalipun bervariasi dan lumayan up-to-date. Toko ini lumayan sering menggelar diskon, sekalipun hanya 5-15%. Siswa lebih dikenal karena murahnya harga produk-produk stationery dan keperluan sekolah/kantornya yang terletak di lantai 1.

4.Toko Buku Sari Agung

Sari Agung dulunya termasuk bagian dari Plasa Sarinah yang letaknya tepat di seberang Gramedia Pusat. Produk bukunya sekalipun cukup banyak namun variasinya terbatas. Harga buku di Sari Agung tergolong murah, lebih murah dibanding Gramedia. Seperti Siswa, toko buku ini lebih dikenal untuk mencari produk stationery dan yang menjadi kelebihannya adalah toko ini juga menyediakan bahan-bahan daur ulang dan kerajinan tangan yang terletak di lantai 3. Sekarang Sari Agung ini sudah tidak ada lagi, entah pindah ke mana atau memang menghilang begitu saja setelah Plasa Sarinah dipugar. Jadi maaf, anda tidak bisa lagi mampir ke sini.

(Bersambung)

Selanjutnya: Toko buku diskon yang super royal dan toko komik murah di Malang!