Way-To-Born

23 04 2008

Sungguh, betapa aneh—sebenarnya sih tidak—bagaimana cara seorang bayi dilahirkan. Maksud saya bukan proses kelahirannya sendiri, tapi lebih kepada kejadian-kejadian menjelang proses kelahiran. Seringkali beberapa jam—atau bahkan hari—menjelang kelahiran seorang bayi, entah si Ibu atau keluarganya diliputi perasaan was-was, tegang, panik, atau bahkan berdebar-debar—yang lebih mirip seperti perasaan orang yang mau naik ke panggung, mungkin—.
Contohnya, yah gak usah jauh-jauh. Kata Ibu, sore hari, beberapa jam sebelum saya lahir Ibu sudah merasa perutnya melilit—mirip orang yang pingin ke belakang, katanya—namun Eyang melarang Ibu untuk berangkat ke RS, Ibu diminta untuk berjalan-jalan saja. Aslinya sih Ibu sudah kepingin berangkat aja ke RS Bersalin, tapi apa mau dikata, mertua sudah memberikan titah. Malam-malam, Ibu sudah tidak tahan lagi, ingin segera ke RS sebelum si jabang bayi keburu keluar. Nekat, karena jam segitu—kira2 jam 10 malam—sudah tidak ada bemo lagi(waktu itu masih belum ada mikrolet, ingat2!) dan jalanan sepi(yah..bayangkan saja keadaan Malang di tahun 80-an). Kok ya pas….ada mobil patroli polisi yang lewat(Alhamdulillah….)maka Ibu, dibantu iparnya—yaitu tante saya—menghentikan mobil patroli PakPol dan berkata dengan tegas: “Pak, numpang sampai RS ya, ini ipar saya sudah mau melahirkan”. Entah karena PakPol tidak ada kerjaan atau merasa iba dengan kondisi Ibu saya yang sudah hamil tua, ia mengizinkan. Dan akhirnya, si jabang bayi yang tadi sempat menyusahkan PakPol pun lahir dini hari itu jam 1.18 waktu Kota Malang. Polisi memang benar-benar abdi masyarakat—setidaknya polisi yang mbantu Ibu saya waktu itu—Makasih ya Pak…!
Lain lagi dengan cerita teman saya, yang dilahirkan di….t-o-i-l-e-t! Ceritanya, Ibu teman saya ini merasa perutnya melilit—sperti halnya Ibu saya—dan dengan santainya si Ibu pergi ke belakang. Ibu teman saya ini dengan pedenya nongkrong di toilet, dan tebak apa yang didapatinya di wc? Yah! Anda benar! Ya teman saya itu. Rupanya si Ibu saking lancarnya sampai tidak terasa kalau sudah melahirkan. Alhamdulillah… Rupanya Sang Maha Pengatur memudahkan proses kemunculan teman saya ke dunia!


Actions

Information

One response

1 11 2008
Humorbendol

Ini ada Cerita Pribadi.
Adik saya (ce) juga ngalamin hal yang sama. Pagi pagi dia ke pasar sama suaminya. Terus, si suami pergi kerja. Lha kok sekitar jam 10 dia ngerasa mules. Lalu ibuku nyuruh adikku (co) ngeluarin mobil tuk nganter kakaknya yang mules tadi, Baru mobil mo keluar, eh…mak bedunduk si jabang bayi dah nongol sambil dibantu ma tetangga yang kebetulan seorang bidan.
Alhamdulillah….si Gilang lahir, sebulan yang lalu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: