Sang Pengunjung (Part 5)

28 05 2008

Hingga dinihari, perdebatan dan kekejaman terus berlangsung. Mark telah membuat sebuah balai sidang berdinding mahogany dan sebuah meja marmer dimana mereka semua duduk mengelilinginya, berjenggot menggelikan, berbau busuk—bau kejahatan, lelaki-lelaki berkeringat dan serakah, dengan mata mengarah ke harta mereka. Mark memimpin ‘sidang’ itu, menjelaskan.

“Cara untuk mengaturnya adalah untuk setiap dari kalian akan mempunyai jam-jam tertentu pada hari-hari tertentu. Aku akan memperlakukan kalian semua sama. Mari kita lihat sekarang……” Mark berbicara, wajahnya keras dan tegas, ujung jari-jari kedua tangannya bertautan.

“Hari Senin, Smith. Selasa, aku akan menerima Peter dan aku akan menyelesaikannya dengan Johnson, Holtzman, dan Jim pada hari Rabu,” lanjutnya.

“Dan untuk Saul, dia dalam masa percobaan hingga terbukti dia dapat menjadi bagian dari kelompok sekali lagi,” wajah Saul tertunduk kecut, kesenduan dan kemuraman memenuhi matanya.

“Hingga saat itu, aku tidak akan melakukan sesuatu pun terhadapnya,” wajah-wajah rakus dan serakah tersenyum licik, menyeringai penuh kepuasan.

“Akhir minggu, aku harus benar-benar sendiri. Jika kalian tidak menurut, aku tidak akan tampil untuk semua. ” Mark mengakhiri keputusannya.

Seorang lelaki dengan mata licik dan wajah kotor, jelas sekali belum bercukur selama beberapa hari berseru,

“Mungkin kami akan MEMBUATmu tampil.”

“Dengar, kita berlima melawan dia seorang. Kita bisa membuat dia melakukan apapun yang kita mau,” lanjutnya.

“Jangan bodoh,” kata Mark bosan dan mencela, wajahnya makin keras menghadapi orang-orang itu.

“Dia memberitahu kita apa yang akan dia lakukan. Mengapa kita tidak memberitahuNYA? Kita lebih besar dari dia, kan?” seru lelaki tadi, hampir berteriak ke arah kumpulan orang-orang.

“Jangan dengarkan dia. Dia sinting. Kalian tahu apa yang akan dilakukannya, bukan?” seru Mark.

“Dia akan menyingkirkan kalian semua- mengawasi kalian dan membunuh kalian satu persatu.”

“Dan yang membuat segalanya menjadi lebih buruk, SALAH SATU DARI KALIAN punya senjata!” Mark menambahkan, menyadarkan mereka akan kenyataan pahit.

“CARILAH! TEMUKAN SATU DI ANTARA KALIAN YANG MEMILIKI SENJATA ATAU KALIAN SEMUA AKAN MATI!” teriak Mark. Wajah-wajah lusuh serakah saling berpandangan, yang satu mencurigai yang lain.

Hal itu memicu mereka untuk saling serang. Dalam waktu sekejap mata, mereka saling bergumul, pukul-memukul. Keadaan menjadi kacau balau. Johnson menjauh, tangannya merogoh sesuatu di balik jaketnya.

“Baiklah kalau begitu. Kau, Smith……” dan Johnson, lelaki licik tadi, mengacungkan senjata ke arah Smith, lelaki lainnya. Senjata meletus, noda merah merembes cepat dari dada Smith membasahi bajunya, wajahnya ketakutan. Letusan terdengar lagi, diikuti letusan ketiga.

“Berhenti!” seru Mark, tangannya terangkat ke udara. New York membubung naik di sekitar mereka dari bebatuan dan gua dan langit. Matahari berseri di menara tinggi. Mesin-mesin menderu; kapal-kapal penarik bergerak ke pelabuhan.

”LIHATLAH, KALIAN ORANG-ORANG BODOH!” teriak Saul. Dan, di pusat kota New York, kebingungan, lelaki-lelaki itu terus melakukan kesalahan karena kebodohan mereka.

Saul berlari mendekat, menyerang Johnson yang kaget dan terpental, berkelahi untuk mengambil senjata. Sebelum Saul sempat meraihnya senjata itu meletus lagi, mengeluarkan asap dari moncongnya.

Mereka berdiri terdiam. Mereka berhenti bergelut. Yang ada hanya kesunyian mencekam. New York tenggelam jatuh ke laut, menciut, menggelembung perlahan seperti tarikan napas yang panjang, dengan tangisan dari logam yang runtuh, rusak dan saat-saat dari masa lalu. Bangunan-bangunan besar miring, bengkok, pecah, luruh, runtuh.

Mark berdiri di antara gedung-gedung, memegangi dadanya dengan kedua tangan. Seperti gedung-gedung yang mengelilinginya……sebuah lingkaran yang rapi berwarna merah merembes ke dadanya. Tanpa kata-kata, ia jatuh.

to be continued…(almost close)-


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: