Who The Hell Is Herman?

13 06 2008

Sebuah cerita lucu dalam buku otobiografi Richard Feynman:

Suatu saat, si pengarang dihubungi seorang teman lama melalui sambungan jarak jauh yang membawa kabar: “Richard, aku punya kabar buruk untukmu. Herman meninggal.”

Richard Feynman, yang kesulitan mengingat nama dan merasa tidak enak, sehingga reaksinya adalah: “Oh?” mencoba untuk serius dan tenang, namun berkata pada diri sendiri “Who the hell is Herman?”

Si teman lama berkata bahwa Herman dan Ibunya telah meninggal dalam kecelakaan mobil di dekat LA, dan upacara pemakamannya akan diadakan di tempat X pada jam Y. Selanjutnya si teman lama berkata, “Herman akan amat senang sekali jika kamu mau menjadi salah satu pengusung jenazahnya.”

Richard, yang masih tidak dapat mengingat ‘Herman’, memutuskan untuk berkata, “Tentu saja aku akan melakukannya dengan senang hati.” Setidaknya, dengan cara ini ia dapat menemukan siapa sebenarnya si ‘Herman’ ini. Sebuah ide cemerlang muncul, mengapa tidak menelepon Tempat X, tempat pemakaman akan dilaksanakan? Ide ini dilakukan juga, dan setelah memberikan petunjuk ini-itu (karena bahkan nama belakangnya si ‘Herman’ ini kan tidak diketahui?) ketahuan kalau si ‘Herman’ ini punya nama keluarga:Goldschmidt. OK, jadi si Herman adalah Herman Goldschmidt, tapi siapa pula orang ini? Tapi melihat cara bicara si teman lama, si penulis yakin bahwa antara Ia dan Herman pastilah mengenal satu sama lain.

Satu-satunya kesempatan adalah pergi ke acara pemakaman di Tempat X. Semua orang menyambut Richard dengan penghargaan yang teramat besar. Hingga pada saat prosesi pemakaman, si penulis melihat ke peti mati pertama, dimana terletak tubuh Ibu Herman. Menengok peti kedua(yang pastinya di sana ada Herman), si penulis benar-benar yakin: Ia tidak pernah melihat wajah itu sekalipun, seumur hidupnya(hingga saat itu tentunya).

Hingga peti mati dibawa ke penguburan, dengan penghormatan dan kehati-hatian Richard mengantarkan jenazah hingga tertutup tanah, mengetahui bahwa ‘Herman’ pasti akan menghargainya. Namun, hingga saat itu, si penulis tetap tidak mamiliki bayangan siapa sebenarnya Herman.

Bertahun-tahun kemudian si penulis menghubungi teman lamanya, bertanya apakah Ia masih mengingat tentang sebuah pemakaman bertahun-tahun lalu dan berterus-terang bahwa tidak sedikit pun si penulis mengenal Herman. Teman lama, dengan yakin menjawab, “Tetapi Richard, kalian saling mengenal di Los Alamos sebelum perang, kalian berdua adalah teman baikku, dan kita banyak bercakap-cakap bersama.” Dengan jujur Richard menjawab pula,”Aku benar-benar masih tidak dapat mengingatnya.”

Beberapa hari kemudian si teman lama menelepon, menjelaskan bahwa: mungkin si teman lama telah salah mengingat tahun, dan berkenalan dengan Herman tepat setelah Richard Feynman meninggalkan Los Alamos, dan karena itu si teman lama masih rancu di antara tahun-tahun tersebut, tetapi karena si teman lama berkawan baik dengan keduanya, Ia mengira mereka berdua pastilah saling mengenal. Jadi, si teman lama-lah satu-satunya yang membuat kesalahan, bukan aku, pikir si penulis. Atau….si teman lama hanya mencoba bersikap sopan?


Actions

Information

2 responses

14 06 2008
DataQ

ealah… repot juga tuch.. sama-sama lupa😀

16 06 2008
dra

itu nama panjangannya herman ngantuk bukan!!!!!!!!!!!!!!!111

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: