Byar Pet!

17 07 2008

Sudah beberapa bulan terakhir ini daerah kami terkena giliran pemadaman listrik, tidak hanya di lingkungan rumah, namun juga kampus. Yang jelas, setiap wilayah punya jatah sendiri-sendiri. Memang amat tidak menguntungkan bagi kami-kami yang “hidup”nya bergantung pada kompie, yang pastinya butuh listrik. Daerah yang terkena giliran biasanya berurut, jadi jika di kampung sebelah hari ini listrik padam, maka bisa dipastikan keesokan harinya giliran kampung kami. Yang lucu, rupanya jalur listrik antara kampung kami dengan jalan raya berbeda. Jadi kalau rumah kami gelap, masih diterangi dengan cahaya lampu jalan, sebaliknya pula jika listrik jalan raya padam, maka rumah di kampung kami seolah-olah menjadi mercusuar yang memandu kendaraan yang berlalu-lalang. Yah…inilah risiko(plus minus) punya rumah di tepi jalan besar.

Seperti yang sebelumnya kusebutkan, tidak hanya perkampungan penduduk saja yang menjadi sasaran pemadaman listrik, namun kampus dan kantor juga. Sebenarnya kalau pemadaman terjadi di daerah sekitar kampus, hal itu tidaklah mengherankan. Mengapa? Daerah sekitar kampus merupakan daerah super padat tidak hanya dengan kost dan kontrakan, namun juga dengan segala usaha kecil-kecil yang menjamur memenuhi kebutuhan penghuni kost dan kontrakan. Sebut saja, warnet, servis komputer, laundry, warung makan, warung minum yang jumlahnya tidak sedikit, bahkan menyemut di daerah sekitar kampus yang sempit itu. Maklum, daerah tersebut tidak hanya dekat dengan kampus kami, tapi juga dengan kampus ITN, UM, UMM, dan UIN, belum lagi berbagai kampus-kampus swasta lain. Namun apabila pemadaman terjadi di kampus, apa akibatnya? Yah, bisa dibayangkan..sedang asyik-asyiknya para praktikan mengerjakan tugas yang diberikan, eh tiba-tiba…byar—pet! Mati deh, gak hanya lampunya, tapi juga kompienya…walah-walah, ilang deh hasil kerjaan yang belum sempat disimpan. Bahkan di saat-saat terakhir praktikum, ujian akhir terpaksa dibatalkan karena datanya belum tersimpan, susah-susah…belajar dari situ, minggu depannya kutawarkan supaya UAPnya tulis tangan saja, lha mau gimana? Daripada di tengah-tengah listrik padam, mau menunda sampai kapan?

Memang di kampus kami ada sumber cadangan, namun hanya beberapa fasilitas penting saja yang disediakan, misalnya untuk perpustakaan. Kurang jelas apa di pusat jaringan kampus tersedia sumber cadangan, tapi sepertinya ada. Sedangkan di gedung jurusan kami, fasilitas semacam itu belum tersedia. Maka jika di kampus listrik padam, segeralah kami berbondong-bondong singgah ke kost-an teman, berharap di sana dapat meneruskan tugas yang belum selesai. Namun lebih dari tiga kali kami menemukan bahwa di kost-an teman yang terletak di dekat kampus listriknya juga padam, entah di tengah-tengah atau di saat-saat akhir(ini yang paling menyebalkan) ketika hasil pekerjaan terakhir belum tersimpan atau belum sempat dipindahkan. Jika sudah begini, maka notebook pun kehilangan kelebihannya. Padahal tugas harus segera dikumpulkan, sementara belum tentu dosen menerima alasan yang kita berikan(yang memang amat klasik, yaitu listrik mati!). Apalagi waktu padamnya listrik biasanya lebih dari 1 jam. Berdasarkan pengamatanku, jika di rumah pedaman berlangsung selama lebih kurang 2-4 jam(misalnya saja dari pkl 17.00-21.00 atau dari pkl10.00-12.00 ), maka di daerah kampus dan sekitarnya pemadaman biasanya lebih panjang(pernah sekali waktu listrik padam pkl 08.00 dan baru menyala lagi pkl 16.00, lain waktu listrik padam dari pkl 10.00 hingga 15.00). Pernah bahkan aku membaca dalam lembar lokal di koran, akibat pemadaman listrik yang cukup lama, sebuah warnet sampai rugi hingga ratusan juta. Wah, Pak..turut menyesal mendengarnya…kita juga mengalami kerugian, tidak berupa material sih, tapi berupa waktu dan kesempatan(untuk ngerjain tugas, hehe…).

Memang sih, Jawa Timur termasuk salah satu daerah yang asupan listriknya membengkak dan ini perlu diatasi. Namun apabila pemadaman berlangsung lama dan terus-menerus bisa-bisa banyak pihak yang rugi, tidak hanya fasilitas usaha atau pribadi, tetapi juga fasilitas umum, misalnya kantor-kantor pelayanan umum, yang merugikan orang banyak. Aktivitas jadi mandeg, waktu dan biaya pun terbuang sia-sia. Jadi kalau misalnya pemadaman dilakukan ketika malam hari(pkl 10.00 ke atas), tentunya masalah semacam ini bisa dihindari, atau minimal diperkecil. Mengapa pula tidak membatasi penggunaan listrik di tempat-tempat umum seperti lampu hias(kalau lampu penerangan jangan ya..), atau listrik di pusat-pusat perbelanjaan(lampunya gede-gede, banyak lagi!), kalau bisa malah tempat-tempat hiburan (bayangkan saja: karaoke, sound system, lampu-lampu sorot, dll, dsb yang terus-menerus diaktifkan) yang buka sepanjang malam itu ditutup saja, bukankah tempat semacam itu juga menghabiskan konsumsi listrik yang besar? Kalau dipikir-pikir, banyak listrik terbuang sia-sia untuk keperluan yang jauh dari penting. Sementara itu, fasilitas umum semacam rumah sakit, sekolah, dan kantor pelayanan publik yang untuk kepentingan orang banyak malah disisihkan, jangan ah!


Actions

Information

2 responses

19 07 2008
DataQ

Wah Pit ngomong-ngomong tentang rumah Anti, Ane kemaren nyasar gak karuan pas nyari rumah Anti, sempat kesasar sampai VEDC segala. Dan pas bejalan pelan-pelan Ane malah sampai di Kandatel Telkom Malang, tempat Ane PKL. Namun Alhamdulillah Ane diberitahu lebih detail oleh Ariana, teman seperjuangan selama PKL, sehingga bisa menemukan rumah Anti😀

2Data
Af1…lha kemaren nt tanya cuman alamat doank, g tanya ancer2nya gitu…tapi akhirnya ketemu kan?
Makasih deh buat Ne2x…

29 07 2008
zura

ao ukh…

Assalamualikum!

Iseng2 baca blog nt. Lumayan rajin ya dirimu nulis di blog,,

Btw, liburan ngapain aja nih?

Trz, Jenguk qt2 di markaz dunk…

kangen bu!

2 zura,
Wa’alaikumsalam wr. wb.
Heheh..biasa, ada keisengan baru ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: