Berburu Buku Yuk!

25 11 2008

Sebagai seorang penghuni asli Malang yang telah bertahun-tahun hidup di kota ini, sekaligus pula sebagai seorang book addict, rasanya sudah menjadi kewajiban saya untuk menularkan informasi bagi siapa pun pemburu buku di muka bumi ini. Informasi kali ini adalah tentang book spots di Malang, tempat-tempat yang paling pas untuk mendapatkan buku yang tepat. Kita mulai saja.

1. Gramedia

Sebenarnya, toko buku ini bukanlah yang paling tua, namun termasuk yang paling ramai, lengkap, dan up to date. Awalnya Gramedia di Malang cuman ada satu, yaitu di Jalan Basuki Rachmad. Dulunya toko buku yang punya cabang hampir di seluruh nusantara ini hanya berupa gedung satu lantai. Ketika saya SMP(sekitar tahun 1999-2000) gedung di Basuki Rachmad dibangun, dan untuk sementara tokonya sendiri pindah di Mitra II Jl.Letjen Sutoyo. Ketika gedung utama telah selesai direnovasi menjadi sebuah toko buku megah berlantai 3(dengan satu lantai sebagai gudang), Gramedia tetap mempertahankan cabang di Mitra II sebagai Gramedia II. Namun ketika Matos telah berdiri, cabang di Mitra II ini berpindah alamat ke Jl.Veteran(tahun 2004-2005) hingga sekarang. Gramedia pusat sendiri masih bertahan di Jl. Basuki Rachmad dengan jaya hingga sekarang.

Gramedia menyediakan bermacam-macam buku hingga stationery. Buku yang paling dicari di sini adalah komik dan buku cerita terbitan paling anyar, buku-buku populer, buku pelajaran sekolah, dan banyak lagi. Hampir semua jenis buku dijual di sini. Walaupun harganya sesuai harga asli, di masa-masa cuci gudang ada juga diskon 5-20% terhadap buku-buku tertentu.

2.Toko Buku Paling Lengkap

Berlokasi di daerah Kayutangan, toko yang satu ini merupakan toko buku besar tertua di Malang. Meski hanya memiliki 1 lantai, namun luasnya bukan main. Dulunya, toko buku ini dikenal sebagai tempat yang paling tepat untuk mencari buku sekolah. Tokonya sendiri menjual berbagai jenis buku, termasuk komik, walau dalam jumlah yang sedikit dan tidak terlalu up-to-date. Harganya pun dijamin lebih murah dibanding Gramedia. Sayangnya, sekarang toko buku ini sedang surut pamornya sehingga area penjualannya terpaksa dipersempit hingga setengah ukuran semula(setengah bagian yang lain disewakan). Dulu toko ini paling populer sebelum akhirnya Gramedia mulai berkembang.

3.Toko Buku Siswa

Siswa terletak di depan Mitra I di Jl. Pasar Besar, tepat bersebelahan dengan Kantor Pemerintah Kabupaten Malang. Koleksi bukunya yang terletak di lantai 2 bisa dibilang sedikit, sekalipun bervariasi dan lumayan up-to-date. Toko ini lumayan sering menggelar diskon, sekalipun hanya 5-15%. Siswa lebih dikenal karena murahnya harga produk-produk stationery dan keperluan sekolah/kantornya yang terletak di lantai 1.

4.Toko Buku Sari Agung

Sari Agung dulunya termasuk bagian dari Plasa Sarinah yang letaknya tepat di seberang Gramedia Pusat. Produk bukunya sekalipun cukup banyak namun variasinya terbatas. Harga buku di Sari Agung tergolong murah, lebih murah dibanding Gramedia. Seperti Siswa, toko buku ini lebih dikenal untuk mencari produk stationery dan yang menjadi kelebihannya adalah toko ini juga menyediakan bahan-bahan daur ulang dan kerajinan tangan yang terletak di lantai 3. Sekarang Sari Agung ini sudah tidak ada lagi, entah pindah ke mana atau memang menghilang begitu saja setelah Plasa Sarinah dipugar. Jadi maaf, anda tidak bisa lagi mampir ke sini.

(Bersambung)

Selanjutnya: Toko buku diskon yang super royal dan toko komik murah di Malang!





Back To School Time

18 11 2008

Baru saja menyelesaikan Far From The Madding Crowd-nya Thomas Hardy yang membawa susana pedesaan dan pertanian di daerah Wessex, entah kenapa jadi pingin mbaca cerita sekolah asrama macam St.Clare, Mallory Towers, dan Jennings.

STOP

STOP

Sebelum Far From The Madding Crowd, sempet juga keranjingan sama STOP. Sepertinya wabah sekolah asrama ini STOP yang membawa. Bagi yang belum tahu, STOP adalah singkatan dari Sporty-Thomas-Oskar-Petra, sebuah kelompok detektif remaja SMP di Jerman yang kerap terlibat kasus-kasus kriminal di kotanya, dan-akhirnya-berhasil membongkarnya. Karakter-karakter dalam STOP diciptakan oleh Stefan Wolf, sekalipun bukunya sendiri ditulis oleh Rolf Kalmuczak. Aslinya, STOP di negeri asalnya bernama TKKG(Tim-Karl-Klobchen-Gaby), sedangkan anjing Petra (atau Gaby) aslinya malah bernama Oskar, nama yang digunakan oleh anak STOP versi Indonesia yang mewakili huruf ‘O’. Di versi Indonesianya sendiri, nama anjing Petra adalah Bello. Aneh memang. Mungkin penerbit di sini menganggap singkatan TKKG kurang keren atau kurang enak didengar, entah yang mana. Bicara tentang asrama, sebenernya sih yang benar-benar tinggal di asrama cuman Sporty dan Oskar saja, sementara Thomas dan Petra, sekalipun mereka semua bersekolah di sekolah berasrama itu, tinggal bersama orangtua masing-masing di kota.

kembali-ke-st-clare

St. Clare

Kembali ke cerita sekolah asrama, kalau STOP lebih menekankan pada cerita detektif yang memerangi berbagai kriminalitas mulai skala penculikan anjing, premanisme, hingga membongkar sindikat pemalsu uang atau mafia, maka yang kumaksud dengan “cerita sekolah asrama” adalah cerita-cerita yang mengisahkan kehidupan di sekolah asrama. Mallory Towers dan St.Clare karangan Enid Blyton berisi kehidupan murid-murid di asrama sekolah khusus perempuan, yang sekalipun memiliki disiplin tinggi namun masih suka iseng. Berbagai keisengan muncul, namun juga diwarnai kerja keras, pembentukan sikap dan tanggung jawab dalam mencapai prestasi. Seingatku, aku menuntaskan seri Mallory Towers ini waktu SMP. Seri St.Clare hanya beberapa yang kubaca karena bukunya tergolong buku lama, susah carinya. Makanya sekarang, waktu lagi pingin mbaca lagi jadi harus berburu di perpus kota dan juga bursa buku bekas.

Jennings

Jennings

Adapun Jennings, tokoh yang diciptakan oleh Anthony Buckeridge ini merupakan seorang murid di sekolah Linbury Court preparatory School, sebuah sekolah asrama untuk anak laki-laki. Bersama teman dekatnya, Darbishire, Jennings yang sebenarnya gak nakal ataupun jahat ini selalu kreatif dalam mencari celah-celah kelemahan peraturan sekolah mereka. Judul bukunya yang pertama aja “Jennings si Iseng”. Anaknya sih gak nakal, cuman ya itu: iseng, ada saja idenya kalau lagi pingin ini pingin itu. Kebetulan waktu berburu buku kemarin aku dapetnya yang “Bicara Tentang Jennings”. Lagi-lagi si Jennings yang tertarik pada iklan penawaran tongkat pancing yang ditempel di desa Linbury lantas mencari-cari cara untuk mendapatkan tongkat pancing tersebut. Mulai dari menjual sepatu bolanya yang kekecilan untuk memperoleh uang untuk membeli tongkat tersebut, sampai gimana caranya supaya bisa memancing tanpa ketahuan oleh guru-guru di sekolah. Namun semuanya malah berujung pada berbagai masalah yang melibatkan persoalan dengan banyak orang. Seru!!!

Jadi pingin mbaca seri Jennings yang lain…..





Skripsi…skripsi…dan skripsi

14 11 2008

Masalah skripsi sedang jadi perbincangan yang hangat di kalangan Ilmu Komputer UB angkatan 2005. Entah masalah jalur pengurusannya, topiknya, judulnya, dosen pembimbingnya, progressnya, wah pokoknya banyak deh. Maklum deh, kita kan sudah pada semester 7, sebentar lagi kuliah yang harus diambil sudah habis.

Padahal, karena kita termasuk korban pergantian kurikulum setahun yang lalu, kuliah wajib semester ini masih lumayan banyak. Walhasil, semester 7 yang seharusnya cukup lowong untuk mulai menyusun skripsi pun bagi kami-kami angkatan 2005 malah berarti masih banyak jam-jam kuliah di kelas yang harus dimasuki dan masih banyak pula tugas kuliah yang harus diselesaikan.

Gimana pun, untung saja semester ini dibuka matkul Riset Dasar Ilmu Komputer yang sebenarnya merupakan matkul pengganti kuliah MPPI yang telah dihapus seiring pergantian kurikulum. Di kuliah ini, kita didorong untuk memulai dan merencanakan riset yang salah satunya adalah SKRIPSI kita. Baru tahu loh, ternyata untuk ukuran S1 kita ini dianggap cuman latihan menulis riset. Artinya, kita gak perlu nemunin metode baru, cukup otak-atik(alias modif) atau pake metode orang untuk bahan riset kita. Walhasil, sebenarnya nulis SKRIPSI itu sebenernya gak berat-berat amat(menurut teori). Yang menjadi masalah adalah ketekunan dan kerajinan kita, disamping ketelitian pemilihan topik dan data.

Makanya, mumpung semester 7 masih belum sampai pada penghujung, rasanya cukup menjadi dorongan buatku untuk mulai-mulai mencari permasalahan yang nantinya akan dibuat risetnya. Cari-cari di Internet, tanya kanan-kiri, baca-baca jurnal, pokonya segala kegiatan yang mungkin memunculkan inspirasi riset harus mulai dijalani!!! Wish me luck(orang kaya, cantik, ganteng, pinter, masih kalah sama orang beruntung :D)