Back To School Time

18 11 2008

Baru saja menyelesaikan Far From The Madding Crowd-nya Thomas Hardy yang membawa susana pedesaan dan pertanian di daerah Wessex, entah kenapa jadi pingin mbaca cerita sekolah asrama macam St.Clare, Mallory Towers, dan Jennings.

STOP

STOP

Sebelum Far From The Madding Crowd, sempet juga keranjingan sama STOP. Sepertinya wabah sekolah asrama ini STOP yang membawa. Bagi yang belum tahu, STOP adalah singkatan dari Sporty-Thomas-Oskar-Petra, sebuah kelompok detektif remaja SMP di Jerman yang kerap terlibat kasus-kasus kriminal di kotanya, dan-akhirnya-berhasil membongkarnya. Karakter-karakter dalam STOP diciptakan oleh Stefan Wolf, sekalipun bukunya sendiri ditulis oleh Rolf Kalmuczak. Aslinya, STOP di negeri asalnya bernama TKKG(Tim-Karl-Klobchen-Gaby), sedangkan anjing Petra (atau Gaby) aslinya malah bernama Oskar, nama yang digunakan oleh anak STOP versi Indonesia yang mewakili huruf ‘O’. Di versi Indonesianya sendiri, nama anjing Petra adalah Bello. Aneh memang. Mungkin penerbit di sini menganggap singkatan TKKG kurang keren atau kurang enak didengar, entah yang mana. Bicara tentang asrama, sebenernya sih yang benar-benar tinggal di asrama cuman Sporty dan Oskar saja, sementara Thomas dan Petra, sekalipun mereka semua bersekolah di sekolah berasrama itu, tinggal bersama orangtua masing-masing di kota.

kembali-ke-st-clare

St. Clare

Kembali ke cerita sekolah asrama, kalau STOP lebih menekankan pada cerita detektif yang memerangi berbagai kriminalitas mulai skala penculikan anjing, premanisme, hingga membongkar sindikat pemalsu uang atau mafia, maka yang kumaksud dengan “cerita sekolah asrama” adalah cerita-cerita yang mengisahkan kehidupan di sekolah asrama. Mallory Towers dan St.Clare karangan Enid Blyton berisi kehidupan murid-murid di asrama sekolah khusus perempuan, yang sekalipun memiliki disiplin tinggi namun masih suka iseng. Berbagai keisengan muncul, namun juga diwarnai kerja keras, pembentukan sikap dan tanggung jawab dalam mencapai prestasi. Seingatku, aku menuntaskan seri Mallory Towers ini waktu SMP. Seri St.Clare hanya beberapa yang kubaca karena bukunya tergolong buku lama, susah carinya. Makanya sekarang, waktu lagi pingin mbaca lagi jadi harus berburu di perpus kota dan juga bursa buku bekas.

Jennings

Jennings

Adapun Jennings, tokoh yang diciptakan oleh Anthony Buckeridge ini merupakan seorang murid di sekolah Linbury Court preparatory School, sebuah sekolah asrama untuk anak laki-laki. Bersama teman dekatnya, Darbishire, Jennings yang sebenarnya gak nakal ataupun jahat ini selalu kreatif dalam mencari celah-celah kelemahan peraturan sekolah mereka. Judul bukunya yang pertama aja “Jennings si Iseng”. Anaknya sih gak nakal, cuman ya itu: iseng, ada saja idenya kalau lagi pingin ini pingin itu. Kebetulan waktu berburu buku kemarin aku dapetnya yang “Bicara Tentang Jennings”. Lagi-lagi si Jennings yang tertarik pada iklan penawaran tongkat pancing yang ditempel di desa Linbury lantas mencari-cari cara untuk mendapatkan tongkat pancing tersebut. Mulai dari menjual sepatu bolanya yang kekecilan untuk memperoleh uang untuk membeli tongkat tersebut, sampai gimana caranya supaya bisa memancing tanpa ketahuan oleh guru-guru di sekolah. Namun semuanya malah berujung pada berbagai masalah yang melibatkan persoalan dengan banyak orang. Seru!!!

Jadi pingin mbaca seri Jennings yang lain…..


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: