Dua Pemandu Ramah Lingkungan

28 12 2008

web“Jadilah Sahabat Bumi”Kompetisi Website Kompas MuDA – IM3

Plastik dan alat elektronik adalah dua hal yang tidak bisa lepas dari gaya hidup kita di masa kini. Plastik, memang murah, praktis, ringan, dan mudah dibawa. Karena itu wajar jika hampir semua wadah atau bungkus terbuat dari plastik, menggantikan kaca, logam, dan kertas. Sedangkan alat elektronik, siapa sih yang gak pake? Mulai dari lampu, tape, hape, lapie, tipi, sampe ipod kamu pun semua adalah alat elektronik, alias butuh listrik. Alat-alat kantor dan industri pun juga menghabiskan konsumsi listrik yang amat banyak. Padahal yang butuh listrik itu bukan sekedar orang satu kota, tapi juga seluruh dunia! Nah lho, kalo listriknya abis gimana?

Nah, nyatanya ada 2 logo yang memandu kita dalam memilih produk yang mau kita beli dan pake. Siapa aja sih 2 logo keren ini? Kenalan yuk…

1. Logo Daur Ulang (Recycle)recycle
Yang perlu kamu cari di bungkus atau wadah barang yang mau kamu beli adalah logo di sebelah ini niy. Logo ini menandakan bahwa kemasan tersebut bisa diolah kembali, jadi nasibnya gak berakhir sebagai sampah yang gak bisa terurai.
Gak semua plastik itu aman, semua orang dah pada tau. Namun satu hal lagi yang penting, gak semua logo recycle pada plastik berarti plastik itu bisa didaur ulang. Artinya, pintar-pintarlah memilih jenis plastik yang tepat. Jenis plastik ditandai dengan angka yang tertera pada kemasan tersebut. Angka 1, 2, 4, dan 5 mewakili jenis plastik PETE, HDPE, LDPE, dan PP yang aman digunakan dan dapat didaur ulang. Plastik nomor 1 dan 2 biasanya digunakan untuk wadah minuman kemasan, deterjen, pembersih, botol sampo, teko air, dan beberapa tas plastik, hanya boleh digunakan sekali dan tidak boleh terkena panas. Sedangkan plastik nomor 4(LDPE) biasa digunakan untuk tempat makanan. Yang terbaik adalah nomor 5(PP) adalah yang paling baik dari keseluruhan, apalagi untuk wadah makanan/minuman dan peralatan adik bayi. Read the rest of this entry »





Now: Open Source CMS 2008 Award Winners List!

16 12 2008

Mungkin tulisan ini bisa dibilang ‘sedikit’ terlambat, karena pengumumannya sendiri sudah keluar Oktober lalu. Tapi karena belum sempat mereview, akhirnya baru sekarang tulisan ini dipublish. Lebih baik terlambat daripada tidak, bukan?

And the award goes to….

Read the rest of this entry »





I’m Still Here

12 12 2008

by Vertical Horizon

I found the pieces in my hand
They were always there
It just took sometime to understand
You gave me words I just can’t say
So if nothing else
I’ll hold on while you drift away

Cause everything you wanted me to hide
Is everything that makes me feel alive

Chorus
Cities grow Rivers flow
Where you are, I’ll never know
But I’m still here
If you were right and I was wrong
Why are you the one that’s gone
I’m still here
Still here

Seeing the ashes in my heart
The smile the widest
When I cry inside and my insides blow apart
I tried to wear another face
Just to make you proud
Just to make you put me in my place

But everything you wanted me to take from me
Is everything that I could never be

-Chorus-

Maybe tonight It’s gonna be alright
I will get better
Maybe today It’s gonna be okay
I will remember

I held the pieces of my soul
I was shattered and I wanted you to come
and make a whole
When I saw you yesterday
But you didn’t noticed
And you just walked away
Cause everything you wanted me to hide
Is everything that makes me feel alive

-Chorus-

The lights go out the bridges burn

Hehe, lagi nostlgila….





Berburu Buku Yuk…! (Part 2)

10 12 2008

Jika pada tulisan sebelumnya, kita telah membahas beberapa toko buku yang terbilang besar di Malang, maka kali ini saya akan mengulas toko buku yang diskonnya meraja. Khusus dalam pembahasan berikut ini merupakan book spots yang selalu menyediakan diskon setiap saat-tanpa mempedulikan cuci gudang atau tidak-setiap waktu, dengan diskon yang mencapai 25%. Read the rest of this entry »





Potret Keluarga Engkol

3 12 2008

Satu lagi artikel karya Slamet Soeseno dari INTISARI lama. Saya amat menyukai artikel yang satu ini, selain karena saya amat suka kubis (dan saudara-saudaranya sesama engkol), terutama karena informasinya yang lengkap dan amat detail. Selamat menikmati (kubis anda, maupun artikel ini).


–POTRET KELUARGA ENGKOL–

oleh: Slamet Soeseno

Tulisan ini pernah dimuat dalam Majalah Bulanan Intisari No. 313 Edisi Agustus 1989, Hal.84-90.

Mengapa kita dibiasakan makan kubis? Alasannya ternyata banyak. Ada yang tidak masuk akal dan ada yang malah tidak kita sadari manfaatnya.

Tidak begitu jelas, mengapa kita sebagai anak-anak dulu dibiasakan makan kubis oleh nenek moyang kita. Kebiasaan itu timbul karena orang Belanda membawa tanaman kool dari Eropa ke daerah pegunungan kita, lalu mengembangkannya sebagai salah satu Europese groenten. Dibandingkan dengan Inlandse groenten seperti tespong, randa midang, dan tongtolang nangka, kool memang lebih bergengsi. Para mojang Priangan menyebutnya engkol.

Kalau ditanya lagi sampai mentok: mengapa anak-anak orang Belanda dulu dibiasakan makan kubis oleh orang tuanya? Ternyata ada dua versi alasan. Read the rest of this entry »