Jujur…

27 06 2009

Aq merasa benar-benar beruntung. Mengapa? Banyak faktornya. Sama saja kayak menghitung setiap nikmat yang diberikan ALLAH SWT. mulai bangun tidur sampe bangun lagi(menghitung nikmat 1 hari itu sudah cukup susah, lho…). Kurasa tiap orang itu beruntung, dalam cara yang berbeda-beda buat masing-masing orang.

Kali ini, salah satu keberuntungan yang kurasakan adalah dengan ikut acara kuliah tamu yang diadakan oleh Panitia PMW(Program Mahasiswa Wirausaha–sayang, blum punya website yah?)-UB, Rabu(10/06/09) kemaren. Mendatangkan pembicara Pak Alex Soemadji Nitisemito yang menyampaikan materi singkat Jurus-jurus Wirausaha dan Prof. Thantawi AS, S.E,MS dengan topik pembahasan “Problematika Sarjana Baru”, ada pelajaran yang amat menggugah yang kudapat dari sana. Walaupun sebenarnya materi yang disampaikan singkat2 saja, namun forum menjadi semakin hidup setelah masuk ke sesi Tanya-Jawab. Pertanyaan dari peserta rata-rata seputar memulai bisnis, manajemen, dan sebagainya. Salah satu pertanyaan yang disampaikan adalah mengenai kejujuran: sebagai enterpreneur kita dituntut untuk jujur, tapi mengapa jujur itu sulit? Kira-kira begitulah.

Sebelumnya aku gak bener-bener ngeh dengan Jurus-jurus Wirausaha yang dimaksud Pak Alex, maklumlah, penjelasan beliau singkat saja dan lebih menggambarkan isi buku beliau secara global, dan maka dari itu mendorong peserta untuk bertanya saja terlebih dahulu. Maka ketika beliau menanyakan kepada peserta tentang buah manggis(ya…buah manggis!): ‘Bisa nggak sih kita tahu isi manggis itu adaberapa jumlahnya, tanpa mengupas terlebih dahulu?’ Jawabannya jelas, kita bisa tahu isi buah manggis hanya dengan melihat jumlah kelopak yang ada di dekat tangkainya!!! Maka dari itulah, bahwa manggis saja bisa jujur, tentunya tidak lepas dari kekuasaan Sang Maha Mengetahui, ALLAH SWT. Lantas, mengapa kita tidak bisa? Bahkan, justru jujur adalah modal kesuksesan seorang entrepeneur, dan ketidakjujuran adalah musuh yang bisa menjatuhkan di masa depan. Jujur itu tak sekedar menyatakan yang sebenarnya ketika menawarkan produk/jasa kita, tapi juga hanya menyediakan segala sesuatu yang sifatnya halal, mulai dari cara, pertimbangan, hingga penyaluran dan bentuk produk/jasanya. Jika tidak, yakinlah suatu saat bukan kesuksesan yang menyambut, namun sesuatu yang buruk.

Memang, kadang jujur itu sulit, misalnya saja ketika harus mengkritik atau mengajukan komplain ke partner kerja(hehe…personal experience...) yang kita ajak kerja sama. Ato ketika kita mendapati ternyata hasil yang kita minta gak cocok, rasanya susah banget ngomongnya. Pada akhirnya, demi kebaikan bersama kita harus menemukan cara terbaik untuk jujur, baik pada diri sendiri maupun pada orang lain. Jujur, walopun sulit dalam beberapa situasi, memang harus dibiasain, bukan sekedar untuk meraih kesuksesan, karena sukses itu cuman bonus dari usaha dan kesungguhan aja kan? Nah, jujur itulah bagian dari usaha dan kesungguhan kita.

Kenapa kita nggak niru manggis aja semua??? Masak bisa kalah siy…


Actions

Information

3 responses

13 07 2009
endra

salam….🙂

17 07 2009
boynurah

emang bener ya, kejujuran itu susah sekali didapati di zaman ini. tapi bukan berarti kita menjadi bagian orang yang mencari kejujuran kan? jadikan diri kita sebagai orang jujur dan menyebarkan kejujuran dalam kehidupan kita..
hehehe

numpang komen ya pit…

22 07 2009
swamp

2 boy:
mencari….apa?
sebenernya jujur itu gampang, asal mau…berlatih jujur!!!

2 Endra:
salam balik ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: