Berbenah

4 05 2011

Biasanya kata ‘berbenah’ digunakan pada situasi berikut:

Kamar berantakan, buku berserakan, sampah menumpuk, sampai keranjang sampah pun tak lagi muat, debu menghiasi permukaan meja, monitor, printer, toples yang isinya cuma udara dan bungkus makanan, guling dan selimut saling melibat, plus onggokan pakaian siap cuci (yang siapnya sudah berhari-hari yang lalu).

Nah, pada saat itulah kata ‘berbenah’ muncul. Pendek kata, udara rasanya sumpek, mau tidur aja repot, mau mbaca buku harus super hati-hati supaya tumpukan buku yang menggunung tidak roboh, mau mengerjakan tugas, hmmm…buntu. Susah, susah. Yup, akhirnya diputuskanlah bahwa the perfect moment of berbenah has come.

Sampah disingkirkan, debu disikat habis (tentunya tidak dengan sikat, tapi dengan kemoceng atau lap), selimut dilipat, guling diposisikan pada tempatnya yang benar, buku-buku tak lagi ditumpuk, namun kembali dijejerkan di rak tempatnya, baju-baju kotor dipindahkan ke kaleng cucian. Ha! Sempurna!

Hmm…tapi aneh, kenapa masih buntu juga ya? Tugas masih macet, seakan ada batu sebesar gunung di depan mata, apa yang ada di depan jadi tak nampak. Ada apa sih di ujung sana?

Jika situasi ini muncul, inilah saatnya untuk menggunakan kata’berbenah’ pada situasi yang berbeda. Berbenah dalam arti membenahi diri, mulai dari mengenali kebiasaan-kebiasaan buruk dan sedikit demi sedikit menghilangkannya. Membangun kebiasaan-kebiasaan yang baik.

Tapi…apa perlu menunggu sampai sampah menumpuk dan semua jadi berantakan atau hingga menemui jalan buntu? Ah, rasanya tidak. Berbenah itu bisa kapan saja, sebisa mungkin malah harus selalu berbenah. Setiap hari, setiap menit, setiap detik, setiap saat…

Ya..anggap saja gunung di depan mata itu bonus supaya selalu ingat untuk selalu berbenah😛 Mari bersiap sebelum gunung itu datang menghadang!

P.S. So, myself…why don’t you start it NOW?


Actions

Information

One response

13 06 2011
wind

menunda hal-hal yang sepertinya kecil bisa menimbulkan pekerjaan bahkan masalah besar yang lebih berat…
yuk berbenah 🙂
makasi diingetin🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: