segelas air

4 12 2014

Menengguk setengah gelas air dari segelas penuh air, rasanya hilang tersia-sia begitu saja.
Namun mengambil setengah gelas air dari sebuah baskom tidaklah terasa begitu banyak.
Apalagi dari sebuah kolam, atau sumur. Jangankan setengah gelas, satu gelas penuh pun tak begitu berarti dibandingkan banyaknya air yang berlimpah di kolam atau sumur tersebut.
Ya, segelas air yang diambil dari sebuah sumber, danau, bahkan laut tidak mengurangi sedikit pun kelimpahan airnya.

Begitu pula dengan manusia.
Jika kita melihat rizki kita hanya segelas penuh, maka meneguknya setengah gelas saja berasa sangat banyak. Apalagi segelas penuh, rasanya bagai membuang sia-sia isi gelas yang susah payah didapat.
Namun berbeda jika kita melihat bahwa rizki yang segelas itu sesungguhnya berasal dari sumber yang berlimpah, yang tak ada habisnya. Maka kita pun lebih ringan dalam meneguk segelas penuh air yang kita dapat.

Ketika memenuhi keinginan kita sendiri, anggaplah bahwa rizki itu hanya segelas saja.
Namun ketika memberi kepada orang lain, lihatlah bahwa yang segelas penuh itu hanyalah di permukaan saja. Di baliknya ada sumber yang lebih lancar, ada sumur yang lebih dalam, dan ada danau yang lebih luas.
Dan bukankah kita telah dijanjikan demikian?

agar semakin ringan dalam memberi.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: