I Apologize…

29 08 2008

Maaf beribu maaf, atas segala apa yang telah kulakukan dan kukatakan yang menyakiti hatimu, melanggar batas kenyamananmu. Maaf atas apa yang telah sengaja kulakukan dan apa yang tak ada kesengajaan sedikit pun di dalam perbuatan dan perkataanku, yang telah menimbulkan percikan di dalam dadamu.

Maaf atas apa yang telah kulakukan, atau apa yang tidak pernah kulakukan, dan apa yang tidak kulakukan.

Maaf atas apa yang kukatakan, yang keluar dari mulutku atau pun yang tidak keluar, yang tak pernah keluar. Maaf atas apa yang tidak pernah kukatakan, dan apa yang tidak kukatakan.

Maaf atas apa yang telah kupikirkan, dan apa yang tidak kupikirkan.

Maaf atas apa yang telah kubisikkan, dan apa yang tidak kubisikkan.

Pada dirimu. Pada dirinya. Pada kalian. Pada mereka. Pada kita. Pada masa depan. Pada harapan masa depan.

Maaf

Maaf

Maaf

For all, for everyone, anywhere you are

For all, everyone, anywhere you are

(Ku tahu, seharusnya meminta maaf tidaklah semudah itu keluar dari mulutku, tak pernah semudah membalikkan tangan. Seharusnya maaf bukanlah kata-kata yang keluar begitu saja tanpa penyesalan dan tanpa maksud untuk berubah.

Dan ku tahu pula memaafkan itu tidak mudah, namun tetap tidak sesulit melupakan. Karena kita, tak akan pernah lupa. Maka dari itulah, karena kita tak akan pernah lupa, betapa besar kekuatan memaafkan. Maka aku berbisik pada diriku, jangan pernah lupa untuk selalu memaafkan. Dan jangan pernah lupa untuk meminta maaf.

Dan dengan ini pula, aku telah memaafkanmu. Walaupun aku tidak akan pernah melupakannya, karena meski aku ingin, aku tidak bisa, kawan!)

a memory can’t be erased

I know, because I tried…

Forgiven, not forgotten, eh? 😛

8/25/2008 9:34:12 AM

Menyambut datangnya bulan bahagia….

Advertisements




Che movie

29 05 2008

Tahu Che Guevara? Jangan bilang gak tahu, padahal selama ini kemana-mana pakai kaos bergambar fotonya, nempel poster dan stikernya di mana-mana(aku sih gak..)! Gimana? Sudah tercerahkan?Oh..jadi laki-laki yang berjenggot, pake topi pet bergambar bintang merah itu namanya Che Guevara to? Jawabanya..Bukan! karena nama aslinya Ernesto Guevara, Che itu cuman nama panggilan aja!Salah satu adegan

Setelah menunggu-nunggu kabar yang jelas tentang perkembangan pembuatan film tentang Che, yang judulnya pun berubah-ubah, dari Che, Guerilla, entah apa lagi, akhirnya muncul juga film yang satu ini(atau lebih tepatnya ‘dua’?). Disutradarai oleh Steven Soderbergh(Ocean’s Eleven, Ocean’s Tweleve, Ocean’s Thirteen, The Good German, Solaris –deretan film2 George Clooney kayaknya?), serta dibintangi oleh Benicio Del Toro(21 Grams, Sin City) sebagai (siapa lagi kalau bukan) Ernesto ‘Che’ Guevara, nyatanya scriptwriter Peter Buchman membuat dua naskah yang memiliki judul The Argentine dan Guerilla. Kedua naskah tersebut berhubungan. Naskah pertama, seperti disebutkan oleh Jeffrey Wells dalam artikel yang berjudul Lawrence of Latin America pada situs The Huffington Post, adalah
about Che and Fidel Castro’s battle against the forces of Cuban dictator Fulgencio Batista from their boat journey from Mexico to Cuba in 1956 until late ’58 when they finally won the Cuban revolution.
Sedangkan naskah kedua, Guerrilla bercerita
about how Guevara’s revolutionary fervor led him to abandon his Cuban government comforts and embark upon a failed attempt to spark a revolution in Bolivia in late 1966 and ’67. It’s a story about failure, isolation… listening more and more to the sounds of your own rhetorical spinnings to the exclusion of real-world goblins, and finally being shot to death in a rural schoolhouse by a drunken Bolivian soldier.
Ditambahkan oleh Wells bahwa:
The former is about heart, tenacity and triumph; Guerrilla is the same fight minus the wind in the sails.

Sebenarnya agak mengherankan juga, mengapa dibuat menjadi dua film. Entah karena durasinya terlalu panjang ataukah dianggap ceritanya cukup masuk akal untuk dibuat terpisah. Namun dalam Festival Film Cannes 2008 kemarin, kedua naskah yang telah dilensakan tersebut diputar berurutan dalam satu sesi pemutaran selama lebih dari 4 jam, The Argentine diikuti Guerilla dengan 1 judul: Che.(wikipedia). Bahkan Steven soderbergh, si sutradara, memiliki rencana supaya kedua film tersebut diputar berurutan secara berurutan dengan jangka waktu satu minggu satu sama lain.

Adegan yang lainSekedar bocoran, selain Benicio Del Toro memang dianggap paling ‘pantas’ untuk memerankan Che, ternyata Bencio Del Toro sendiri merupakan salah satu dari produser film ini. Namun yakinlah, film ini bukanlah sekedar fiksi yang -biasanya- agak meragukan. Soderbergh dikabarkan telah melakukan riset dengan melakukan wawancara terhadap orang-orang yang pernah berjuang dengan Ernesto Guevara. Selain itu sutradara ini juga membaca buku-buku dan literatur untuk mendapatkan gambaran yang tepat terhadap fakta dan kondisi baik dari Kuba maupun Bolivia.

Reaksi dari kalangan kritikus dan wartawan terhadap Che bermacam-macam pada saaat pemutaran Che di Cannes. Rata-rata memuji kualitas filmnya sendiri yang disebut-sebut sebagai biohistorical epics, dan disetarakan dengan film-film besar semacam Lawrece of Arabia(yang dibintangi pemeran Hamzah dalam The Message, Anthony Quinn) dan Reds, beberapa memuji pemilihan Benicio Del Toro sebagai main actor. Namun ada juga yang berpendapat bahwa Che doesn’t feel epic – just long-Che kurang berasa epik, hanya laaamaaa(ciri yang memang lekat dengan film-film epik, macam Gladiator, Troy, Alexander, yang durasinya cukup lama dan membuat mata lelah-terutama kalau alurnya datar-datar saja), ada pula yang menganggap bahwa penampilan Del Toro kurang ‘wah’ dibanding penampilannya yang biasa dan untuk jenis dan tema film sebesar ini, terlebih karena penggambaran karakter Che yang beberapa menganggap ‘kurang’. Bagaimanapun juga, Del Toro diganjar Prix d’interpretation masculine(Best Actor) pada Festival Cannes dalam penampilannya dalam kedua film tersebut sekaligus.

Sekalipun distributor dari Perancis, UK, Skandinavia, Italia, Jepang (Nikkatsu), dan Twentieth Century Fox sudah membeli versi Spanyol dan home video rightsnya, namun belum ada kepastian ada permintaan dari distributor US. Rupanya dengan banyaknya film baru yang sedang tayang, distributor tidak yakin berapakah penonton yang rela menghabiskan waktu lebih dari 4 jam untuk menonton sebuah film berbahasa Spanyol tanpa subtitle Bahasa Inggris terutama tentang Che Guevara? Apalagi, mengutip kalimat Jeffrey Wells:
Especially given their reluctance to support even Quentin Tarantino and Robert Rodrigeuz’s Grindhouse, a two-part, three-hour popcorn movie about hot women, zombies and car chases?
Distributor juga masih mengkhawatirkan kemungkinan efek sosial yang muncul, karena keberadaan populasi Kuba di beberapa bagian US.

Melihat jajaran castnya, selain Benicio del Toro sebagai Ernesto ‘Che’ Guevara, ada Benjamin Bratt, Demian Bichir (sebagai Fidel Castro), Catalina Sandino Moreno, Julia Ormond (sebagai aktris dan reporter Lisa Howard), Franka Potente sebagai pendukung dan kader Guevara Tamara Bunke, Benjamin Benitez sebagai teman di pertempuran Guevara Harry “Pombo” Villegas dan Lou Diamond Phillips sebagai Mario Monje, Secretaris-Jenderal dari Communist Party of Bolivia yang menurut dugaan orang mengkhianati Guevara. Kita juga dapat melihat penampilan Santiago Cabrera di sini yang bermain sebagai Camilo Cienfuegos, yang terakhir kali penampilannya sebagai Octavius kulihat di miniseri Empire yang beberapa waktu lalu diputar di salah satu TV Nasional, terakhir kita lihat pula dalam serial Heroes sebagai Isaac Mendez.

Yang mengherankan adalah hilangnya nama aktor Ryan Gosling, yang pada awal rencana pembuatan dikabarkan telah memperoleh satu peran dalam film ini. Pernah pula terdengar kabar bahwa Gosling dan Del Toro sempat bersama-sama berencana untuk mengunjungi hutan di Bolivia, untuk ‘learn a few survival skills first-hand’untuk film Guerilla(imdb.com). Padahal, kalau menurutku, sayang sekali Gosling tidak ikut dalam proyek ini, apalagi setelah dinominasikan dalam Academy Award karena penampilannya dalam Half Nelson(sayangnya, di Indonesia film ini gak ada….padahal bagus…).

Entah apakah film ini akan diputar di sini atau tidak. Bagiku ini tidak berpengaruh, karena aku lebih memilih nonton di rumah. Siapa tahu malah DVDnya keluar duluan. Seperti ketika film Downfall(Der Untergang) dulu, DVDnya keluar dulu, baru beberapa saat setelah itu mulai diputar di bioskop. Yah, kalau menurutku film ini lebih berharga daripada film-film macam Grindhouse yang isinya tipikal banget(walaupun Quentin tarantino sebagai sutradara memiliki visi yang unik, tapi sayang, cenderung banyak ‘tabrakan’ dan bloody).

Sumber:

http://www.cinematical.com/2008/05/21/cannes-review-che/

http://en.wikipedia.org/wiki/Guerrilla_(film)

http://en.wikipedia.org/wiki/The_Argentine

http://www.festival-cannes.fr/en/archives/ficheFilm/id/10803637.html

http://www.huffingtonpost.com/jeffrey-wells/lawrence-of-latin-america_b_99302.html





What My Front Door Says

28 05 2008

Pilih warna pintu rumah? Sebenarnya aku pingin pilih coklat, tapi gak ada di pilihannya. Jadi ya, aku pilih warna putih aja….Hasilnya? Neeh…


What Your Front Door Says


You have simple tastes.

You like the classic basics, especially when they’re done well.

Lots of space in your life is very important.

You don’t like physical or mental clutter.





Resesi(lagi?)

9 05 2008

Melihat kondisi saat ini, banyak media maupun sumber yang berpendapat bahwa kondisi saat ini mirip dengan kondisi 10 tahun lalu menjelang reformasi. Harga kebutuhan pokok melangit, pendidikan melunjak, sementara pekerjaan makin sulit didapat.

Belum lagi adanya isu akan adanya kenaikan BBM sebentar lagi(atau..sudah ada keputusan final?). Bagi penunggang angkot seperti saya pastilah ini membuat sedikit was-was juga(sedikit loh ya). Dimana kepedulian bapak-bapak (dan ibu juga sih..) yang ada di puncak piramida negeri ini? Ayo dong Pak, jangan cuma gajinya Bapak yang tinggi, tapi tanpa kinerja yang diharapkan rakyat(inget sodara yang masih merangkak di kolong sana!)

Bagaimana pula jadinya?





Alhamdulillah..!

13 12 2007

Yah….tidak salah kan kalo kata pertama di blog ini yag sy tulis adalah untuk memuji Allah…Karena gmnpun krn skenario Allah Azza wa Jalla lah tulisan ini ada……