Kamus Online

6 12 2010

Kadangkala ketika kita sedang asyik-asyik membaca postingan blog/berita dalam Bahasa Inggris, tiba-tiba aja ada kata ‘ajaib’ yang entah apa artinya. Yup, bakal lebih nyaman kalo kita tau artinya kan. Kalo kita punya software kamus sih enak, tapi gimana kalo kita lagi di warnet yang gak punya software kamus, misalnya? Hmm, solusinya adalah kita langsung aja bertanya ke situs kamus online yang memang sudah tersedia di Internet.

Google Translate memang termasuk paling handy untuk mencari terjemahan. Tidak hanya Bahasa Indonesia-Inggris, tapi juga antar bahasa-bahasa yang lain di seluruh dunia hampir semua ada. Asyiknya, disini kita bisa mentranslate tak hanya satu kata, namun juga 1 halaman penuh, tinggal masukkan saja link page yang dimaksud, nanti akan muncul link yang menampilkan terjemahan halaman tersebut. Sip kan?

Situs inilah situs pertama yang saya tahu menyediakan layanan terjemahan Inggris-Indonesia dan sebaliknya. Sampai sekarang situs ini masih jadi favorit saya.

Yang satu ini juga menyediakan layanan terjemahan Inggris-Indonesia atau sebaliknya.

Tak jauh berbeda dengan Sederet.com.

Advertisements




Berburu Buku Yuk…! (Part 3)

6 02 2009

Buku memang benda yang menarik. Sebuah buku menawarkan bermacam-macam hal. Entah itu ilmu pengetahuan atau cerita, baik hiburan maupun renungan, yang jelas buku membuat kita memperluas cakrawala pengetahuan kita. Tidak heran kalau membaca buku itu sangat mengasyikkan, dan seringkali menjadi kegiatan yang membuat kita lupa waktu.

Demi memperoleh informasi tertentu, kita rela menyisihkan isi kantong kita untuk membeli buku(yah..setidaknya begitulah saya…lagi-lagi jatuh ke perangkap buku-buku menarik dengan harga maut yang menggiurkan). Namun tidak jarang pula kita mendapatkan buku melalui orang lain. Meminjam dari teman, menyewa di perpustakaan, dan sebagainya. Kadangkala, kita membutuhkan buku tertentu yang amat sulit didapat, baik karena tidak diterbitkan lagi setelah bertahun-tahun, atau semata karena banyaknya peminat sehingga stok di toko yang paling besar pun habis. Ada kalanya kita terhalang dari membaca suatu buku semata karena harganya yang tinggi.

Segala masalah pasti ada pemecahannya, begitu pula yang satu ini. Para book-addict(terutama yang di Malang ya) tidak perlu khawatir. Toh ada lo tempat-tempat yang menjual buku-buku langka, mulai buku terbitan jaman kolo bendu berbau debu namun menawarkan petualangan seru, sampe ensiklopedia hard-cover yang harga aslinya bikin keder, bisa didapat di : Bursa Buku Bekas alias Secondhand Book Shop. Yuk…langsung cabut aja! Read the rest of this entry »





Dua Pemandu Ramah Lingkungan

28 12 2008

web“Jadilah Sahabat Bumi”Kompetisi Website Kompas MuDA – IM3

Plastik dan alat elektronik adalah dua hal yang tidak bisa lepas dari gaya hidup kita di masa kini. Plastik, memang murah, praktis, ringan, dan mudah dibawa. Karena itu wajar jika hampir semua wadah atau bungkus terbuat dari plastik, menggantikan kaca, logam, dan kertas. Sedangkan alat elektronik, siapa sih yang gak pake? Mulai dari lampu, tape, hape, lapie, tipi, sampe ipod kamu pun semua adalah alat elektronik, alias butuh listrik. Alat-alat kantor dan industri pun juga menghabiskan konsumsi listrik yang amat banyak. Padahal yang butuh listrik itu bukan sekedar orang satu kota, tapi juga seluruh dunia! Nah lho, kalo listriknya abis gimana?

Nah, nyatanya ada 2 logo yang memandu kita dalam memilih produk yang mau kita beli dan pake. Siapa aja sih 2 logo keren ini? Kenalan yuk…

1. Logo Daur Ulang (Recycle)recycle
Yang perlu kamu cari di bungkus atau wadah barang yang mau kamu beli adalah logo di sebelah ini niy. Logo ini menandakan bahwa kemasan tersebut bisa diolah kembali, jadi nasibnya gak berakhir sebagai sampah yang gak bisa terurai.
Gak semua plastik itu aman, semua orang dah pada tau. Namun satu hal lagi yang penting, gak semua logo recycle pada plastik berarti plastik itu bisa didaur ulang. Artinya, pintar-pintarlah memilih jenis plastik yang tepat. Jenis plastik ditandai dengan angka yang tertera pada kemasan tersebut. Angka 1, 2, 4, dan 5 mewakili jenis plastik PETE, HDPE, LDPE, dan PP yang aman digunakan dan dapat didaur ulang. Plastik nomor 1 dan 2 biasanya digunakan untuk wadah minuman kemasan, deterjen, pembersih, botol sampo, teko air, dan beberapa tas plastik, hanya boleh digunakan sekali dan tidak boleh terkena panas. Sedangkan plastik nomor 4(LDPE) biasa digunakan untuk tempat makanan. Yang terbaik adalah nomor 5(PP) adalah yang paling baik dari keseluruhan, apalagi untuk wadah makanan/minuman dan peralatan adik bayi. Read the rest of this entry »





Berburu Buku Yuk…! (Part 2)

10 12 2008

Jika pada tulisan sebelumnya, kita telah membahas beberapa toko buku yang terbilang besar di Malang, maka kali ini saya akan mengulas toko buku yang diskonnya meraja. Khusus dalam pembahasan berikut ini merupakan book spots yang selalu menyediakan diskon setiap saat-tanpa mempedulikan cuci gudang atau tidak-setiap waktu, dengan diskon yang mencapai 25%. Read the rest of this entry »





Potret Keluarga Engkol

3 12 2008

Satu lagi artikel karya Slamet Soeseno dari INTISARI lama. Saya amat menyukai artikel yang satu ini, selain karena saya amat suka kubis (dan saudara-saudaranya sesama engkol), terutama karena informasinya yang lengkap dan amat detail. Selamat menikmati (kubis anda, maupun artikel ini).


–POTRET KELUARGA ENGKOL–

oleh: Slamet Soeseno

Tulisan ini pernah dimuat dalam Majalah Bulanan Intisari No. 313 Edisi Agustus 1989, Hal.84-90.

Mengapa kita dibiasakan makan kubis? Alasannya ternyata banyak. Ada yang tidak masuk akal dan ada yang malah tidak kita sadari manfaatnya.

Tidak begitu jelas, mengapa kita sebagai anak-anak dulu dibiasakan makan kubis oleh nenek moyang kita. Kebiasaan itu timbul karena orang Belanda membawa tanaman kool dari Eropa ke daerah pegunungan kita, lalu mengembangkannya sebagai salah satu Europese groenten. Dibandingkan dengan Inlandse groenten seperti tespong, randa midang, dan tongtolang nangka, kool memang lebih bergengsi. Para mojang Priangan menyebutnya engkol.

Kalau ditanya lagi sampai mentok: mengapa anak-anak orang Belanda dulu dibiasakan makan kubis oleh orang tuanya? Ternyata ada dua versi alasan. Read the rest of this entry »