sisihkan

13 01 2015

Saat merasa begitu bahagia yang meluap,
maka sisihkan sedikit untuk bersyukur,
sehingga tak ada kata terlalu berbahagia.
Demikian pula saat dilanda kesedihan yang begitu dalam,
sisihkan lebih lebih lagi untuk lebih bersyukur.
Sehingga tak ada istilah tenggelam dalam kesedihan.

untuk hidup dan masa depan, dari dirimu saat ini.





segelas air

4 12 2014

Menengguk setengah gelas air dari segelas penuh air, rasanya hilang tersia-sia begitu saja.
Namun mengambil setengah gelas air dari sebuah baskom tidaklah terasa begitu banyak.
Apalagi dari sebuah kolam, atau sumur. Jangankan setengah gelas, satu gelas penuh pun tak begitu berarti dibandingkan banyaknya air yang berlimpah di kolam atau sumur tersebut.
Ya, segelas air yang diambil dari sebuah sumber, danau, bahkan laut tidak mengurangi sedikit pun kelimpahan airnya.

Begitu pula dengan manusia.
Jika kita melihat rizki kita hanya segelas penuh, maka meneguknya setengah gelas saja berasa sangat banyak. Apalagi segelas penuh, rasanya bagai membuang sia-sia isi gelas yang susah payah didapat.
Namun berbeda jika kita melihat bahwa rizki yang segelas itu sesungguhnya berasal dari sumber yang berlimpah, yang tak ada habisnya. Maka kita pun lebih ringan dalam meneguk segelas penuh air yang kita dapat.

Ketika memenuhi keinginan kita sendiri, anggaplah bahwa rizki itu hanya segelas saja.
Namun ketika memberi kepada orang lain, lihatlah bahwa yang segelas penuh itu hanyalah di permukaan saja. Di baliknya ada sumber yang lebih lancar, ada sumur yang lebih dalam, dan ada danau yang lebih luas.
Dan bukankah kita telah dijanjikan demikian?

agar semakin ringan dalam memberi.





Berbenah

4 05 2011

Biasanya kata ‘berbenah’ digunakan pada situasi berikut:

Kamar berantakan, buku berserakan, sampah menumpuk, sampai keranjang sampah pun tak lagi muat, debu menghiasi permukaan meja, monitor, printer, toples yang isinya cuma udara dan bungkus makanan, guling dan selimut saling melibat, plus onggokan pakaian siap cuci (yang siapnya sudah berhari-hari yang lalu).

Nah, pada saat itulah kata ‘berbenah’ muncul. Pendek kata, udara rasanya sumpek, mau tidur aja repot, mau mbaca buku harus super hati-hati supaya tumpukan buku yang menggunung tidak roboh, mau mengerjakan tugas, hmmm…buntu. Susah, susah. Yup, akhirnya diputuskanlah bahwa Read the rest of this entry »